Ads 468x60px

ELEKTRONIKA DASAR


A.  TEORI KUAT ARUS
Listrik mengalir melalui penghantar dan aliran muatan-muatan listrik (elektron-elektron) tersebut disebut dengan arus listrik. Arus listrik mengalir dari tempat yang bertegangan tinggi ke tegangan yang rendah melalui penghantar. Seperti halnya air,listrik dapat mengalir cepat ataupun lambat. Hal itu disebut dengan kuat arus listrik “kuat arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir tiap detik melalui suatu penghantar”.
Jadi satuan Arus Listrik adalah ampere (A).  
B.  TEGANGAN
Listrik dapat mengalir karena adanya tekanan listrik atau tegangan listrik. Tegangan listrik diberi simbol V dan besar kecilnya tegangan listrik diukur dengan satuan Volt (V). Hal ini juga ada hubungannya juga dengan tahanan listrik Ohm. Hukum Ohm adalah besarnya arus listrik sama dengan tegangan dibagi tahanan dari medium. (I=V/R).
C.  ARUS LISTRIK AC DAN DC
Arus listrik adalah muatan listrik yang bergerak dari tempat yang berpotensial tinggi ketempat yang berpotensial rendah.
Arus listrik DC (Direct Current) : listrik arus searah yang mengalir ke satu jurusan saja dalam kawat penghantar dari kutp positif ke negatif. Contohnya baterai, accu, dinamo dc.
Arus listrik AC (Alternatif Current) : atau disebut juga arus bolak-balik, contohnya PLN.
D.  KOMPONEN PASIF
Komponen pasif adalah komponen elektronika yang pengoperasiannya tidak memerlukan sumber tegangan atau sumber arus sendiri. Contohnya :
  1. Resistor
Adalah komponen elektronika yang berfungsi sebagai hambatan/menghabat arus listrik. Simbol Ohm (Ω)
Tabel Kode Warna Resistor
 warna
gelang ke
1 dan 2
3
4
hitam
0
x 1
1%
coklat
1
x 10
2%
merah
2
x 100
2%
jingga
3
x 1000

kuning
4
x 10000

hijau
5
x 100000

biru
6
x 1000000

ungu
7
x 10000000

abu-abu
8
x 100000000

putih
9
x 1000000000

emas

x 0,1
5%
perak

x 0,01
10%
tdk bewarna


20%

  1. Potensiometer : resistor yang nilai resiatansinya dapat diubah-ubah dengan mengatur poros yang telah tersedia.
  2. Trimpot : resistor yang nilai resiatansinya dapat diubah-ubah dengan memutar porosnya menggunakan obeng.
  3. Kapasitor : komponen elektronika yang berfungsi dapat menyimpan dan melepaskan muatan listrik atau energi listrik. Simbol farad (F) dimana 1 Farad=103 mF=106 µF=109nF.
  4. Dioda : merupakan semikonduktor yang hanya dapat menghantar arus listrik dan tegangan pada sat arah saja. (dioda zener, dioda pemancar cahaya LED)
  5. Trasnformator : atau trafo terdiri dari dua buah lilitan yaitu lilitan primer dan sekunder. Trafo bekrja berdasarkan sistem perubahan gaya medan listrik, yang dapat digunakan untuk menaikan atau menurunkan tegangan listrik. Macemnya : trafo adaptor, trafo IF, trafo step up/down, trafo output.
  6. Relay : saklar elektrik yang bekerja berdasarkan medan magnet. Saklar mekanik akan bergerak jika ada arus listrik yang mengalir melalui lilitan. NO (normaly Open) : akan menutup jika teraliri arus, NC (normaly open) : akan terbuka jika dialiri arus.  
E.  KOMPONEN PASIF
Komponen elektronika yang dalam pengoperasiannya memerlukan sumber arus atau tegangan tersendiri.

  1. Transistor : ada dua macam yaitu transistor bipolar dan unipolar. Transistor Bipolar : transistor yang memiliki dua persambungan kutub. Unipolar : hanya memiliki satu buah persambungan kutub.
  2. Thyristor : atau SCR (silicon Controlled Rectifier) dab banyak digunakan sebagai saklar elektronik.
  3. Tranducer : pengoperasian kerja suatu rangkaian yang lebih mudah diukur atau dikendalikan oleh besaran listrik, yaitu tegangan dan arus dimana terjadi suatu perubahan besaran ke besaran lain.
Description: ELEKTRONIKA DASAR Rating: 4.5 Reviewer: aldhi kun - ItemReviewed: ELEKTRONIKA DASAR